Perbandingan biaya perjalanan musim semi vs musim gugur di Jepang

Perbandingan biaya perjalanan antara musim semi dan musim gugur di Jepang menunjukkan beberapa perbedaan utama terutama pada harga tiket pesawat dan akomodasi:

Musim Semi (Maret–Mei)

  • Harga akomodasi bisa naik sekitar 30–40% karena merupakan high season bunga sakura dan Golden Week.

  • Tiket pesawat cenderung lebih mahal dan lebih fluktuatif, tergantung asal kota dan maskapai.

  • Total biaya perjalanan biasanya lebih tinggi dibanding musim gugur, karena tingginya permintaan wisatawan domestik dan internasional pada periode ini.

  • Contoh biaya rata-rata akomodasi sekitar Rp1 juta per malam, tiket pesawat dari Indonesia ke Jepang sekitar Rp6 juta per perjalanan.

Musim Gugur (September–November)

  • Akomodasi juga mengalami kenaikan harga, tetapi lebih rendah, sekitar 20–30% dibanding musim biasa.

  • Tiket pesawat harganya lebih stabil dan cenderung sedikit lebih murah dibanding musim semi.

  • Total biaya perjalanan jadi lebih hemat dibanding musim semi karena permintaan wisatawan sedikit lebih rendah di luar peak moments momiji.

  • Biaya akomodasi rata-rata sekitar Rp900 ribu per malam, tiket pesawat sekitar Rp5–6 juta per perjalanan.

Kesimpulan

  • Musim semi dengan mekarnya sakura adalah periode paling mahal untuk liburan di Jepang karena tingginya permintaan.

  • Musim gugur menawarkan pengalaman wisata yang hampir serupa indahnya, tetapi dengan biaya total perjalanan yang relatif lebih hemat, terutama pada tiket pesawat dan akomodasi.

  • Untuk budget lebih efisien, musim gugur menjadi pilihan tepat dengan pemandangan dedaunan merah yang khas dan cuaca yang nyaman.

Jadi, jika anggaran bepergian menjadi pertimbangan penting, musim gugur lebih hemat dibanding musim semi, meskipun keduanya sama-sama memberikan pengalaman wisata yang memuaskan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shibuya, Shinjuku, Asakusa

peek moment momiji