Westernisasi Part3

Contoh Dari Westernisasi

Berikut pembahasan dan penjelasannya, yaitu:

1. Cara bicara yang kasar

Siswa diajarkan untuk berbicara sopan karena agen casino siswa berinteraksi dengan sesama siswa di sekolah.Tetapi sekarang siswa tidak memiliki etika ketika mereka berbicara dengan guru.Siswa merasa karena sudah mengenal gurunya, maka dia seenaknya dan tidak melihat bahwa yang berbicara adalah orang tua yang telah memberinya informasi.

2. Penggunaan Gadget

Gadget mengubah segalanya. Siswa lebih fokus pada perangkat. Hal ini terlihat ketika siswa mengeluarkan ponselnya di kelas untuk memainkan gawai tersebut.Saat istirahat, siswa kemudian memainkan aplikasi media sosial atau membuat video Tiktok di kelas dan berakibat kurang memperhatikan pelajaran serta terkesan diperbudak teknologi.

3. Gaya hidup barat

Gaya hidup ini tercermin dari fakta bahwa siswa secara alami pergi keluar bersama teman-teman selama liburan sekolah untuk berolahraga, seperti menginap di villa, berpesta, atau memanggang.Jadi ketika siswa pulang sekolah, mereka tidak mau pulang, mereka nongkrong atau menonton film. Hal ini membuat siswa terbiasa dengan hobi tersebut.

4. Penggunaan bahasa asing

Bahasa asing dikenalkan kepada siswa di sekolah agar siswa dapat memahami dan ter-update.Akan tetapi, siswa menggunakan bahasa asing saat pelajaran atau saat berada di lingkup sekolah. Menyebabkan lunturnya bahasa nasional dan bahasa daerah.

5. Menggunakan Make Up

Siswa perempuan terkesan lebih banyak menggunakan riasan wajah dibandingkan gurunya. Mereka mengenakan make up dengan tujuan agar tidak kusam saat di kelas. Namun, hal tersebut bertentangan dengan peraturan sekolah. Karena tugas siswa adalah belajar, bukan mengarang.

6. Pakaian yang tidak sesuai aturan

Siswa terlihat melanggar tata tertib sekolah yang telah ditetapkan, terbukti dengan siswa yang tidak mengenakan seragam sesuai dengan tata tertib.Cara mengenakan seragam tanpa fitur sempurna. Jika ini terus berlanjut, itu akan menjadi kebiasaan buruk.Jadi apa gunanya mereka bersekolah jika sekolah tidak mengubah sifat buruk mereka.

Dan,ketika diluar sekolah anak-anak muda lebih suka menggunakan pakaian yang kebarat-baratan seperti memakai celana jeans, baju mini dan seksi pada perempuan yang menonjolkan bagian tubuhnya secara jelas.

7. Menonton Video Porno

Karena remaja sering mencari jati diri, mereka terlibat dan mengarah domino 88 hal-hal negatif.Ini seperti menonton film di atas 18 tahun meskipun bukan tugasnya untuk menonton film tersebut. Jadi tidak ada salahnya guru sering menyita ponsel siswa untuk meminimalisir menonton film di atas 18 tahun.

Dan, dampak berkepanjangan dari aktivitas sering menonton film porno tersebut anak muda jadi ingin menyalurkan hasrat seksual kepada lawan jenis yang bisa berujung pada pelecehan seksual, pemerkosaan, atau seks bebas.Film ini membuat ketagihan dan penasaran, jadi dia ingin melakukannya. Padahal mereka masih di bawah umur dan belum menikah.

8. Tidak menerapkan budaya 3S

Budaya 3 (senyum, sapa, salam) terlihat jelas di depan halaman sekolah dengan poster dan poster di dinding sekolah. Bahkan anak sekolah pun jarang yang menggunakan budaya ini. Ketika anak sekolah menjadi individualis setelah pandemi.

9. Kurangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua

Banyak anak muda terkesan kurang ajar karena menganggap orang tua tidak mengerti apa yang diinginkannya dan ketinggalan zaman.Memang benar orang tua banyak yang kurang menguasai teknologi dan berpakaian tidak mengikuti trend fashion namun hal ini bukan menjadi tolak ukur anak muda tidak memberi rasa hormat kepada orang yang lebih dewasa dari mereka.

10. Membolos saat mata pelajaran

Bolos sekolah sekarang sudah menjadi domino 88 yang biasa karena siswa malas berangkat sekolah dan pulang sekolah menunggu uang jajan.Kebiasaan ini mungkin dipengaruhi oleh tontonan tentang anak sekolah di budaya barat yang banyak menghabiskan waktu mudanya untuk bersenang-senang dan berfoya-foya hingga rela untuk meninggalkan pelajaran di sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shibuya, Shinjuku, Asakusa

Langkah memperbaiki data paspor jika salah saat registrasi JAVES

Perbandingan biaya perjalanan musim semi vs musim gugur di Jepang