Investasi Properti

6 Alasan Investasi Properti Lebih Menguntungkan

Banyak jenis investasi yang bisa Anda pilih sebagai persiapan di masa depan. Ada investasi saham, reksadana, emas, hingga properti.
 
Dari banyaknya jenis investasi, properti menjadi banyak yang dipilih karena dianggap lebih menguntungkan dengan kenaikan nilai yang menjanjikan di masa mendatang.
 
Selain itu, investasi properti juga dinilai minim risiko jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya sehingga banyak dipilih oleh para pelaku usaha. 

Ada beberapa keuntungan dari investasi properti yang bisa dijadikan alasan mengapa Anda harus memilih properti untuk berinvestasi.

1. Kenaikan harga properti

Bukan rahasia lagi jika harga properti selalu naik dari tahun ke tahun. Hal tersebut bisa menjadi alasan mengapa Anda harus memilih investasi jenis properti. 
 
Anda bandingkan dengan investasi finansial seperti saham. Nilai harga saham akan naik jika kinerja perusahaan dinilai baik, namun jika domino88 alternatif maka harga saham ikut turun.

2. Pendapatan yang pasti

Jika memilih investasi properti, Anda akan mendapatkan pendapatan dari hasil menjual atau menyewakan properti. Misalnya Anda menyewakan rumah, kontrakan, atau kos-kosan yang Anda sewakan setiap bulan.
 
Bandingkan dengan investasi finansial. Pendapatan yang diperoleh oleh Anda selaku investor berupa bunga. Sedang jika bentuk investasi finansial Anda adalah saham, maka pendapatan yang akan Anda peroleh adalah dividen yang akan diberikan setiap tahunnya.
 
Kesimpulannya, keuntungan domino 8 didapat dari investasi properti jauh lebih pasti dan lebih besar karena setiap waktunya terjadi kenaikan nilai properti. Apalagi mengingat semakin meningkatnya jumlah permintaan akan properti tiap waktunya.

3. Adanya kontrol sebagai pemilik properti

Anda sebagai pemilik properti dan sekaligus investor memiliki kendali penuh terhadap properti yang dimiliki. Misalnya, ingin menjual, menahan, membangun, memperbaiki, atau menyewakan. Sementara, para investor finansial hanya bisa membeli, menahan, dan menjual investasi finansial saja.

4. Miliki proteksi terhadap inflasi

Laju kenaikan harga properti setiap tahunnya jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju inflasi.

5. Memiliki daya ungkit

Investasi properti memiliki daya ungkit yang domino 8. Contohnya hanya dengan modal Rp100 juta saja Anda bisa membeli properti seharga Rp500 juta dengan sisa kekurangan modal bisa Anda dapatkan dari pinjaman bank.

6. Investasi yang terlihat secara fisik

Investasi properti jelas terlihat secara fisik, berbeda dengan investasi di reksadana atau saham yang tak bisa dilihat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shibuya, Shinjuku, Asakusa

Langkah memperbaiki data paspor jika salah saat registrasi JAVES

Perbandingan biaya perjalanan musim semi vs musim gugur di Jepang