Cara Menenangkan Hati dan Pikiran (Part1)

16 Cara Menenangkan Hati dan Pikiran yang Wajib Kamu Coba

Ada banyak cara menenangkan hati dan pikiran yang bisa kamu coba meskipun di tengah-tengah kesibukan kerja.

Glints mengerti bahwa kamu pasti tidak memiliki domino99 waktu luang, bukan? Apalagi ketika beban kerja semakin banyak dan tekanan semakin tinggi.

Akan tetapi, jika kamu selalu membiarkan rasa cemas dan gelisahmu itu, kualitas hasil kerjamu juga akan baik.

Jadi, ayo coba beberapa tips yang telah Glints siapkan berikut ini!

1. Meditasi

Menurut Verywell Mind, meditasi sangat bermanfaat untuk mengurangi pikiran negatif dan membantumu lebih rileks.

Bagi pemula, kamu bisa coba melakukan meditasi dengan cara berikut:

  • Cari tempat yang jauh dari kebisingan dan jauhkan semua perangkat elektronikmu. Kamu bisa pilih posisi duduk di lantai maupun di atas kursi.
  • Tentukan batas waktu sesuai keinginanmu. Bisa 5, 10, atau bahkan 20 menit.
  • Atur napas dan fokus pada apa yang kamu rasakan pada tubuhmu.
  • Ketika pikiranmu mulai kemana-mana, coba sadari itu dan perlahan kembali alihkan fokus pada napasmu.

2. Bercerita pada orang lain

Cara menenangkan hati dan pikiran selanjutnya adalah dengan bercerita tentang apa pun yang sedang kamu rasakan.

Kamu bisa pilih siapa saja yang kamu percayai, baik itu orang tua, sahabat, rekan kerja, mentor, atasan, atau terapis jika memang diperlukan.

Dengan bercerita, kamu bisa mendapatkan perspektif lain yang mampu membuatmu tenang, atau setidaknya, kamu bisa luapkan beban dan kekhawatiran yang ada di hati dan pikiranmu.

3. Menulis

Nah, apabila kamu domino8 nyaman bercerita kepada orang lain, menulis bisa jadi alternatif solusi yang tepat.

Tak perlu memperhatikan soal tata bahasa atau ejaan, yang terpenting kamu bisa tuangkan isi hati dan pikiranmu ke dalam tulisan.

Akan tetapi, supaya kesedihan atau kekhawatiranmu tidak berlarut-larut, kamu juga bisa atur batas waktu menulis sekitar 20-30 menit.

4. Coba box breathing

Teknik pernapasan yang biasa disebut juga sebagai 1:1 breathing ini banyak digunakan dalam praktik yoga.

Cara melakukannya sangat mudah, kamu hanya perlu menarik napas lalu menghembuskannya dengan durasi yang sama.

Misalnya, tarik napas selama 7 detik lalu hembuskan dalam waktu 7 detik juga.

Menurut Lifehack, teknik ini sangat membantu untuk memperlambat detak jantung sehingga mampu mengurangi rasa gelisah.

Itulah mengapa box breathing bisa jadi salah satu cara menenangkan hati dan pikiran.

5. Olahraga

Dilansir dari Harvard Health Publishing, olahraga dapat mempengaruhi sistem saraf yang dapat membantu mengurangi stres.

Tak perlu olahraga berat, berjalan selama 30 menit saja sudah cukup untuk membuat tubuhmu lebih rileks. Selain itu, berjalan kaki juga bisa membuatmu lebih peka akan lingkungan sekitar dan menikmatinya.

Poin plusnya, tubuh jadi semakin bugar dan lebih sehat.

6. Mendengarkan musik

Ketika kamu punya banyak pikiran yang menggangu, musik bisa menjadi distraksi yang lumayan membantu.

Menurut Web MD, musik juga dapat menenangkan aktivitas di dalam otak. Hal inilah yang membuat musik bisa membantumu menenangkan hati dan pikiran.

Namun, kamu harus mendengarkan dan menghayati musiknya, supaya bisa benar-benar terdistraksi.

Apabila kamu bisa bermain alat musik, kamu juga bisa mencoba memainkannya untuk menjernihkan pikiran yang sedang kalut.

7. Membantu orang lain

Salah satu penyebab mengapa kamu tidak tenang ialah rasa kesepian dan isolasi. Saat membantu orang lain, rasa kesepian tersebut akan berangsur hilang.

Apalagi ketika kamu juga berhasil membuat orang lain senang. Perasaan senang tersebut juga pasti akan menular kepadamu.

Setiap ada kesempatan domino8 ketika kamu mampu, tawarkan bantuan pada rekan kerja yang terlihat sedang kesulitan.

Tak ada ruginya menjalin relasi yang baik dengan teman sekantor, karena kamu pasti akan selalu berhubungan dengan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shibuya, Shinjuku, Asakusa

Langkah memperbaiki data paspor jika salah saat registrasi JAVES

Perbandingan biaya perjalanan musim semi vs musim gugur di Jepang